Studi Islam Al-Amin

Cerdas, Sholeh, Profesional

Senin, 11 Maret 2013

Love is Cinta

Cinta itu seperti hadiah, penuh kejutan
Cinta itu seperti Syahrini, Sesuatuu
Cinta itu seperti boyband di Indonesia, pergerakannya cepatt!


Sobat pasti gak asing lagi dong dengan kata yang satu ini. Yup! Sekarang kita bakal bahas tentang C.I.N.T.A #D'Bagindas modeON

Nah, sekarang kita bahas apa sih cinta itu?? Apa hayoo, kasih tau gak ya? Mau tau apa mau tau banget? #keponyakumat

LANJUT!

Cinta menurut Rhoma Irama (dikutip dari para pujangga) : Hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga..
Cinta menurut Kahlil Gibran : Cinta hanyalah sebuah misteri
Cinta menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia : Ekspresi rasa suka kepada lawan jenis tanpa terikat aturan adat/agama
Cinta dalam kata bahasa arabnya adalah Mahabbah
Cinta menurut William Shakespeare : Cinta itu sangat berat dan penuh tantangan
Dan masih banyak lagi pengertian Cinta menurut para ilmuwan, psikolog, sosiolog, sastrawan, serta orang-orang hebat lainnya.

Cinta merupakan bagian dari fitrah manusia.
        "Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik". Ali-Imran (3) : 14
Manusia akan cenderung mencintai sesuatu, apapun itu, yang berbentuk benda seperti hape, laptop, tablet, sepatu, baju. Atau berupa makhluk hidup seperti hewan, tumbuhan, manusia, orang tuanya, adik/kakaknya, dan cinta terhadap awan jenis.

Disini saya akan berfokus pada cinta terhadap lawan jenis.

Cinta adalah fitrah yang suci, jadi bukan hal yang salah jika kita mencintai sesuatu, bukan pula itu hal yang kotor. Yang akan membuatnya kotor adalah bingkainya. Kita bingkai dengan apa cinta kita, Apakah dengan hal-hal yang halal atau di bingkai dengan sesuatu yang haram. Islam adalah agama fitrah, jadi Islam tidak membelenggu umatnya hanya saja Islam menjaga, melindungi, dan merawatnya dari segala kehinaan yang mungkin akan mengotorinya.



*Jadi kak, gimana dong solusinya?*
Pertanyaan bagus itu! (Siapa tadi yang nanya?)hehe

Nih solusinya jikalau udah Jatuh Cinta :

1. Mengendalikan diri

Hal ini penting, setiap diri memiliki hawa nafsu, agar Fitrah tidak menjadi Fitnah kita harus mengendalikan diri. Jangan menganggap kalau cinta itu fitrah namun membungkusnya dengan pacaran. Oooo tidak bisa.. Mari kita cek Al Qur'an :

    "Dan janganlah kamu mendekati zina, (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk" Al Isra' (17) : 32

Zina yang dimaksud disini adalah zina seperti yang dikatakan oleh Ibnu Abbas r.a.

    “Tidak ada yang kuperhitungkan lebih menjelaskan tentang dosa-dosa kecil daripada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda: ‘Allah telah menentukan bagi anak Adam bagiannya dari zina yang pasti dia lakukan. Zinanya mata adalah melihat [dengan syahwat], zinanya lisan adalah mengucapkan [dengan syahwat], zinanya hati adalah mengharap dan menginginkan [pemenuhan nafsu syahwat] …’.” (HR Bukhari & Muslim)

Nah lho, udah jelas kan. Kalo pacaran, otomatis pandang-pandangan, pegang-pegangan, dan an an yang lain lah. So, #UdahPutusinAja *gayaustadzFelixSiaw

Deketin aja kita udah dapat larangan keras oleh Allah, apalagi ngelakuin. Na'udzubillah..

2. Menahan Pandangan

    "Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, ..." An-Nur (24) : 30-31

Menahan pandangan sering disebut gadh-dhul bashar yang berarti menahan, mengurangi atau menundukkan. Mata adalah salah satu panah iblis yang dapat menusuk langsung ke hati manusia. Dari mata turun ke hati. Ya memang begitulah.
Menahan pandangan bukan berarti menutup atau memejamkan mata hingga tidak melihat sama sekali atau menundukkan kepala ke tanah saja, karena bukan ini yang dimaksudkan di samping tidak akan mampu dilaksanakan. Tetapi yang dimaksud adalah menjaganya dan tidak melepas kendalinya hingga menjadi liar. Pandangan yang terpelihara adalah apabila seseorang memandang sesuatu yang bukan aurat orang lain lalu ia tidak mengamat-amati kecantikan/kegantengannya, tidak berlama-lama memandangnya, dan tidak memelototi apa yang dilihatnyaDengan kata lain menahan dari apa yang diharamkan oleh Allah swt dan rasul-Nya untuk kita memandangnya. (dikutip dari dakwatuna.com)

3. Berteman dengan orang shaleh
    "Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar". At-Taubah (9) : 119
Berdekatan dengan orang-orang sholeh adalah anjuran yang diberikan oleh Allah, agar ada yang dapat mengingatkan kita dalam kebenaran dan kesabaran. Selektif lah dalam memilih kawan, karna kawan yang benar akan menuntun kita agar selalu berada di jalan Allah. Ketika kita sedang dilanda asmara stadium akut, seorang kawan yang sholeh akan selalu mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran agar kita selamat, mengingatkan ala kawan sholeh adalah tanda sayangnya dia kepada kita. :)
“Perumpamaan teman yang soleh dan teman yang buruk adalah ibarat penjual minyak wangi dan peniup tungku. Penjual minyak wangi bisa memberimu tanpa kita harus membeli, atau (paling tidak) engkau akan mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan peniup tungku bisa membakar pakaianmu atau engkau akan mencium bau busuk darinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Menikah
    "Tidak terlihat diantara dua orang yang saling mencintai (sesuatu yang sangat menyenangkan) seperti pernikahan" (Sunan Ibnu Majah)

Pernikahan dalam islam merupakan sebuah kewajiban bagi yang mampu. Dan bagi insan manusia yang saling menyintai pernikahan seharusnyalah menjadi tujuan utama mereka.

Karena itulah percintaan yang tidak mengarah kepada pernikahan bahkan disertai hal-hal yang diharamkan agama sangat tidak disarankan oleh islam. Cinta dalam pandangan islam bukanlah hanya sebuah ketertarikan secara fisik , dan bukan pula pembenaran terhadap perilaku yang dilarang agama. Karena hal ini bukanlah cinta melainkan sebuah lompatan birahi yang besar saja yang akan segera pupus. Karena itu cinta memerlukan kematangan dan kedewasaan untuk membahagiakan pasangannya bukan menyengsarakannya dan bukan juga menjerumuskannya ke jurang maksiat.

Percintaan tanpa didasarkan oleh tujuan hendak menikah adalah sebuah perbuatan maksiat yang diharamkan oleh agama. Karena batas antara cinta dan nafsu birahi pada dua orang manusia yang saling menyintai sangatlah tipis sehingga pernikahan adalah sebuah obat yang sangat tepat untuk mengobatinya.

Belum mampu menikah?

5. Berpuasalah!
    “Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang [sudah mapan] untuk “menikah”, maka menikahlah. Karena ia dapat lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kehormatan. Dan barangisapa yang tidak mampu, maka berpuasalah, karena ia dapat menjadi tameng baginya." (HR Bukhari Muslim)

Jika belum mampu untuk menikah maka berpuasalah, karena puasa dapat menjadi perisai dan pengendali diri dari tuntutan hawa nafsu.

Emang, masalah cinta ini masalah klise tapi masih saja membuat galau bin rempong para remaja dewasa saat ini. Dan ingat Cinta kita kepada Allah adalah Cinta di atas segala-galanya.
 Katakanlah: "jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.  At-Taubah (9) : 24
Semoga bermanfaat kawan-kawan :))

0 comments:

Poskan Komentar