Studi Islam Al-Amin

Cerdas, Sholeh, Profesional

Jumat, 02 Maret 2012

PEWARIS KEBAIKAN

Hadirnya ke dunia ini, tidak ingin hanya menjadi tua dan layu. Pohon Pisang ingin bisa memberi manfaat sebelum ajal mendatangi nya. Tak sekedar itu, ia pun mempersiapkan generasi penerusnya sebelum ia mati. Tunas – tunas muda yang tumbuh melanjutkan kemanfaatan pohon pisang, kepada siapa saja yg memetik buahnya, atau mengambil daun nya, atau memanfaatkan batang nya.. Itulah pohon pisang bagaimana dengan manusia? Makhluk yang Allah Ciptakan menjadi Pemimpin di muka bumi ini, yang Merupakan Makhluk Mulia. Diberikan-Nya Akal dan Hati, harus nya bisa berbuat lebih dari pohon pisang. Pertanyaan nya, mengapa terjadi sebaliknya??
Allah Sebaik-baik Pewaris (Khairil Waritsin)
Sadarkah diri kita bahwa kita telah memperoleh “Warisan” dari Allah Ta’ala di bumi ini??
“Dan Dia mewariskan kepada kamu tanah-tanah, rumah-rumah dan harta benda mereka, dan (begitu pula) tanah yang belum kamu injak . Dan adalah Allah Maha Kuasa terhadap segala sesuatu”. (AlAhzab[33]:27).
Tak hanya bumi, DIA pun mewariskan Langit utk kita, dan segala apa yang ada didalamnya… Tak hanya itu, DIA pun mewariskan kitab suci yang merupakan bentuk Kasih Sayang NYA pada Hamba Nya…
Karena DIA tak ingin hamba-Nya tersesat dalam beribadah kepadaNya.. Bahkan Allah memberikan bonus warisan yaitu syurga. “Itulah syurga yang akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa” (Maryam[19]:63). Itulah Tuhan yang memiliki sifat Sebaik-baik Pewaris.
“Dan (ingatlah kisah) Zakaria, tatkala ia menyeru Tuhannya: Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Pewaris Yang Paling Baik”.(Al Anbiya’[21]:89


Yang Rasulullah SAW wariskan
Lalu, bagaimana dengan Kekasih Allah Rasulullah SAW? apa yg Beliau wariskan? Saat menjelang ajal, beliau tidak meninggalkan banyak harta kepada keluarga dan ummat nya, Masjid Nabawi pun adalah masjid sederhana pada saat itu.. Tak berdinding, berlantai tanah, dan beratap pelepah kurma…
Meski begitu, ternyata Rasulullah telah mewariskan “SESUATU” yg nilai nya lebih dari dunia dan seisinya. Apakah itu? Warisan itu adalah sistem dan tata nilai kehidupan yang paripurna (lengkap), yang terangkum dalam al-Qur’an dan Sunnahnya...
“Aku Tinggalkan untuk kalian DUA perkara.. Kalian tidak akan tersesat selama berpegang pada keduanya, yaitu Kitabullah (Qur’an) dan Sunnah Rasulullah”. (HR.Muslim)

Inilah warisan terbesar Rasulullah SAW, yang diterapkan oleh Muslimin saat itu, hingga beberapa generasi, dan menjadikan Bangsa Arab yang awalnya Jahiliyyah, tidak diperhitungkan, menjadi Bangsa yang besar dan dikagumi sekaligus menjadi pusat dunia. Tak ada satu imperium pun yang ada didunia ini sepanjang sejarahnya mampu mengalahkan sistem dan tata nilai yang diwariskan oleh Rasulullah SAW...

Apa yang kita wariskan?
Pepatah mengatakan, gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan namanya… Pertanyaan nya, apakah nama baik itu bisa didapat dengan gratis???
NAMA BAIK HANYA MELEKAT KEPADA ORANG BAIK, YANG KEBAIKAN NYA DAPAT DIRASAKAN MANFAAT NYA OLEH ORANG BANYAK…
Semakin banyak orang merasakan manfaat dari nya, semakin berkembang nama baiknya, contohnya para pahlawan
Rasulullah pun berpesan, “Jika Seorang anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah segala amal kebaikan nya, kecuali tiga perkara, yakni sedekah jariyah, ilmu bermanfaat, dan anak-anak sholeh yg mendoakan orang tuanya”. (HR. Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Ahmad, dan Nasa’i)

Para Ulama menjelaskan, sedekah jariyah adalah wakaf yang diniatkan untuk kebaikan, dan dapat terus dirasakan hingga sepeninggal nya. Misalnya, wakaf tanah, masjid, madrasah, sekolah, rumah hunian, kebun, kitab yang berguna, sumur dan sumber air lain (bak dan kran-kran air).

Mewariskan ilmu bisa dengan menjadi guru, penemu, atau penulis. Lalu muridnya pun belajar dan juga mengajarkan nya kepada orang lain. Tentunya dalam lingkup kebaikan, bukan seperti ilmu hitam atau perbintangan dsb. Contoh : Imam Bukhari

Anak yang sholeh, baik laki-laki maupun perempuan dapat terus mengalirkan kemanfaatan untuk orang tuanya, walaupun orang tua nya telah wafat. Berkat do’a-doa mereka dan juga sedekah yang mereka lakukan atas nama orang tua mereka. Ingin Jadi Anak Sholeh??? Salah satu teladan anak sholeh ada pada diri Nabi Ismail.

Bayangkan saat ajal datang menjemput kita, saat tak kita sudah tak berdaya, keluarga kita pun berkumpul mengelilingi kita.. Apa yang akan kita tanyakan pada mereka sebagai pesan terakhir??
Coba kita lihat Nabi Ya’qub As. Saat beliau berada pada peristiwa tersebut..
Adakah kamu hadir ketika Ya'qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab: "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya". (QS. Al-Baqarah[2] : 133)

Akhlak dan Karakter Pewaris
Sebagai seorang Muslim, kita diperintah oleh ALLAH SWT agar senantiasa beriman dan beramal sholeh. Perintah ini selain utk kebaikan diri sendiri, jg utk manusia setelahnya, yakni dgn mewariskan kebaikan-kebaikan tersebut. Berangkat dari prinsip ini, setidaknya ada beberapa nilai kebaikan yang bisa diwariskan, yaitu :
1. Jadilah Pribadi yg baik..
Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (Ar Ra’d[13]:11)
Harus MAU untuk merubah diri menjadi lebih baik, karena ALLAH pun tak akan merubah keadaan kita jika kita tidak MAU berubah. Pun menjadi keharusan untuk memiliki dan mengamalkan semua nilai kebaikan dunia & akhirat, yakni Aqidah, Ibadah, Akhlaq, Fikrah (jama’ah), fisik, manajemen waktu, keseriusan dan keistiqomahan.

2. Wujudkan Rumah Tangga yang Islami
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (At Tahrim[66]:6)

3. Amar Ma’ruf Nahi Mungkar
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (Ali ‘Imran[3]:110)
Dengan cara benar, tahapan nya benar, materinya benar, informasinya benar, perintahnya benar dan konsisten. Lebih dari itu, KETELADANAN lah yg paling berpengaruh.

4. Ambillah dan Wariskan lah Ilmu
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah mengatakan ; “ Para Nabi tidak mewariskan dirham dan dinar (harta), akan tetapi yg mereka wariskan adalah ILMU. Barangsiapa mengambil warisan ilmu tsb, sungguh dia telah mengambil bagian yg banyak dari warisan Para Nabi. Jika engkau termasuk dari ahli ilmu engkau telah mewarisi dari Rasulullah SAW, dan ini termasuk keutamaan yang paling besar. (Kitabul ‘Ilmi, hlm 16)
5. Bangunlah Generasi yg Sholeh

0 comments:

Poskan Komentar